Fajar Setiawan 1IA24
52415441
Kali ini saya akan membahas
tentang kependudukan di Indonesia.
Mengapa
saya ingin membahas tentang kependudukan di Indonesia?
Karena
semakin diperhatikan dan dicermati masalah kependudukan di Indonesia menjadi
masalah yang termasuk dikategorikan masalah besar karena menyangkut
kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sebenarnya
penduduk suatu negara merupakan objek
dan subjek suatu pembangunan.
Sebagai
objek artinya penduduk merupakan
faktor yang harus ditingkatkan kualitas hidupnya. Sebagai subjek penduduk merupakan faktor proses pembangunan. Bila dilihat
dari sisi yang berbeda, penduduk merupakan beban sekaligus potensi bagi suatu
negara.
Mengapa
dianggap sebagai beban negara ?
Karena
negara harus dapat memberikan pelayanan kepada penduduknya, sedangkan sebagai
potensi karena penduduk merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat
memberikan sumbangan positif bagi negara. Oleh sebab itu kemajuan suatu negara
sangat ditentukan oleh SDM negara itu sendiri.
1. Permasalahan Kuantitas Penduduk
di Indonesia
Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 memiliki jumlah
penduduk sebesar 237.641.326 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk
terbanyak ke-4 di dunia. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sehingga
diproyeksikan pada tahun 2015 penduduk Indonesia berjumlah 255 juta jiwa hingga
mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035. Pulau Jawa
merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa
tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.
Berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan kuantitas penduduk sebagai berikut :
a. Jumlah Penduduk Indonesia
Besarnya sumber daya manusia
Indonesia dapat di lihat dari jumlah penduduk yang ada. Jumlah penduduk di Indonesia
berada pada urutan ke-4 terbesar setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.
b. Pertumbuhan
Penduduk Indonesia
Peningkatan penduduk dinamakan
pertumbuhan penduduk. Angka pertumbuhan penduduk Indonesia Lebih kecil
dibandingkan Laos, Brunei, dan Filipina.
c. Kepadatan penduduk Indonesia
Kepadatan
penduduk merupakan perbandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang
dihuni. Ukuran yang digunakan biasanya adalah jumlah penduduk setiap satu km2
atau setiap 1mil2. permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah
persebarannya yang tidak merata. Kondisi demikian menimbulkan banyak permasalahan,
misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh dsb.
d. Susunan
penduduk Indonesia
Sejak sensesus penduduk tahun 1961,
piramida penduduk Indonesia berbentuk limas atau ekspansif. Artinya pada
periode tersebut, jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia
tua. Susunan penduduk yang seperti itu memberikan konsekuensi terhadap hal-hal
berikut :
–
Penyediaan fasilitas kesehatan.
–
Penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak usia sekolah.
–
Penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk kerja.
–
Penyediaan fasilitas social lainnya yang mendukung perkembangan penduduk usia
muda.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1.
Pengendalian jumlah dan pertumbuhan
penduduk
Yaitu dengan cara menekan angka kelahiran
melalui pembatasan jumlah kelahiran, juga menunda usia perkawinan dini. Untuk
pembatasan jumlah kelahiran kita gunakan program yang telah ada, yaitu program
Keluarga Berencana atau yang lebih dikenal dengan KB. Dan menghimbau kepada
masyarakat bahwa mempunyai dua anak lebih baik, daripada mempunyai anak lebih
banyak. Karena kebutuhan zaman sekarang lebih mahal, serta menghilangkan
anggapan masyarakat bahwa “Bahwa Banyak Anak Banyak Rejeki”
2. Pemerataan persebaran penduduk
Disini kita lakukan dengan cara
transmigrasi dan pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya. Untuk
mencegah migrasi penduduk dari desa ke kota, pemerintah mengupayakan berbagai
program berupa pemerataan pembangunan hingga ke pelosok, juga diikuti dengan
perbaikan sarana dan prasarana pedesaan, dan pemberdayaan ekonomi di pedesaan.JUMLAH PENDUDUK MENURUT PROVINSI
20 KOTA INTI TERBESAR MENURUT JUMLAH PENDUDUK
2. Permasalahan Kualitas Penduduk di
Indonesia
Berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan kualitas penduduk dan dampaknya terhadap pembangunan adalah sebagai
berikut :
a.
Masalah Tingkat Pendidikan
Keadaan penduduk di negara-negara
yang sedang berkembang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan
penduduk di negara-negara maju, demikian juga dengan tingkat pendidikan
penduduk Indonesia.Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan
oleh:
- Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah rendah.
- Besarnya anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
- Pendapatan perkapita penduduk di Indonesia rendah.
Dampak yang ditimbulkan dari
rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah :
- Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
- Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini nampak dengan ketidakmampuan masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat. Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan menghambat jalannya pembangunan.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1)
Pencanangan wajib belajar 12 tahun.
2)
Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan Universitas
Terbuka.
3)
Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium,
dan lain-lain).
4)
Meningkatkan mutu guru melalui penataran-penataran.
5)
Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman.
6)
Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
7) Memberikan
beasiswa bagi siswa yang berprestasi.
Meningkatkan
Sumber Daya Manusia
Kita tahu banyak penduduk yang masih
minim akan pendidikan nya, serta tingkat kesadaran akan pentingnya sekolah
masih rendah. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat
menerima hal - hal yang baru. Seperti keterlambatan mengenal teknologi.
Rendahnya penguasaan teknologi maju mengakibatkan harus mendatangkan tenaga
ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis. Untuk itu semoga kedepan nya
SDM indonesia kualiatasnya lebih ditingkatkan, dan dapat mencontoh negara maju
seperti cina maupun Amerika Serikat untuk tercipta kestabilan dalam pembangunan
negara Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil beberapa
kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakatnya, seperti
kebijakan wajib belajar 12 tahun, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan,
menyempurkan kurikulum sesuai perkembangan zaman, memberikan beasiswa bagi
siswa yang berprestasi, memberikan kartu program gratis belajar 12 tahun kepada
anak dari keluarga kurang mampu, dan lain sebagainya.
b. Masalah
Kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara
umumnya dilihat dari besar kecilnya angka kematian, karena kematian erat
kaitannya dengan kualitas kesehatan. Kualitas kesehatan yang rendah umumnya
disebabkan:
- Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
- Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
- Gizi yang rendah.
- Penyakit menular.
- Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan
terhadap pembangunan adalah :
- Terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia.
- Jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1)
Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.
2)
Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
3)
Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
4) Membangun
sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
5)
Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
6)
Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.
c.
Masalah Tingkat Penghasilan/Pendapatan
Tingkat penghasilan/pendapatan suatu
negara biasanya diukur dari pendapatan per kapita, yaitu jumlah pendapatan
rata-rata penduduk dalam suatu negara. Negara-negara berkembang umumnya
mempunyai pendapatan per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
- Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan lain-lain.
- Jumlah penduduk banyak.
- Besarnya angka ketergantungan.
Berdasarkan pendapatan per
kapitanya, negara digolongkan menjadi 3, yaitu:
- Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
- Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
- Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Dampak rendahnya tingkat pendapatan
penduduk terhadap pembangunan adalah:
- Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
- Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1) Menekan
laju pertumbuhan penduduk.
2)
Merangsang kemauan berwiraswasta.
3)
Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
4)
Memperluas kesempatan kerja.
5)
Meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa
SARAN :
Semoga kedepan nya indonesia menjadi lebih baik
,meskipun jumlah penduduk banyak tetapi mampu bersaing untuk menjadi negara
maju. Semua dapat terwujud jika didorongkan dengan niat dan usaha, semua
kembali lagi pada kesadaran diri masing - masing, semua takkan terlaksana
dengan sempurna bila kesadaran kita akan pikiran meningkatkan kualitas SDM
masih rendah. Kita lah makhluk sosial, kita lah yang membuat segala macam
masalah, tapi kita lah yang juga harus bisa menyelesaikan masalah tersebut.sumber;
www.google.com
www.wikipedia.co.id
www.googlegambar.com





thanks ka sangat membantu😁
BalasHapusThe Best Casinos in Vegas, NV - Mapyro
BalasHapusBest Casino Slots at Wynn Las Vegas · #1: 888casino · #2: Encore 수원 출장안마 Boston 영주 출장샵 Harbor · #3: Wynn Las Vegas · 평택 출장샵 #4: Wynn Palace · 구리 출장마사지 #5: Wynn Las Vegas. 논산 출장샵